"Di kantor online pake proxy
walau diblok server bisa dilolosi
namanya udah ketagihan internet
produktifitas pun kepepet…"
(Online-Saykoji)
Anda pasti sudah tak asing dengan lagu tersebut. Ya, lagu Saykoji itu memang jadi fenomena, sekaligus menyentil karyawan-karyawan bandel yang tetap ber-fesbuk ria di jam kerja. Sekarang, kita akan sedikit membahas apa itu web proxy. Tentu saja, akan saya bahas dengan bahasa saya sendiri. Untuk teman-teman yang memiliki basis pendidikan TI, tolong koreksi saya jika ada yang salah dalam artikel ini.
Ketika Anda menjelajah internet, tanpa sadar Anda meninggalkan jejak Anda di jagat maya. Situs apa yang Anda jelajahi, dari negara mana asal Anda, ke mana Anda mengirim e-mail atau file apa yang Anda download dapat diketahui dengan mudah. Tak berhenti hanya di situ, bahkan sistem operasi dan jenis prosesor Anda bisa dikorek oleh orang lain. Itu semua karena setiap komputer atau gadget lainnya yang terhubung ke jaringan internet memiliki "sidik jari" virtual yang disebut IP Address. IP Address adalah serangkaian nomor kode koneksi yang bisa Anda ketahui dari Internet Provider Anda. Pada kasus koneksi internet via jaringan seluler, dari yang pernah saya alami, hanya ada satu IP Address yang digunakan beramai-ramai oleh ratusan atau ribuan user.
Seperti yang tadi saya sebut, orang bisa dengan mudah melacak jejak Anda di Internet. Buat sebagian orang, hal ini merupakan gangguan terhadap privasi mereka dan bahkan pada kasus tertentu bisa mengancam nyawa mereka. Contoh, Anda adalah orang yang hendak melaporkan kasus korupsi yang melibatkan seorang pejabat tinggi pemerintahan via e-mail. Jika Anda ketahuan melaporkan sang pejabat zalim, bukan mustahil Anda akan dibunuh.
Setiap situs yang dalam penggunaannya membutuhkan log-in macam Blogger pasti punya data IP Address yang terakhir kali dipakai para anggotanya. Kalau Anda tak percaya, jika Anda pengguna Gmail, coba lihat halaman akun Anda, pasti akan ada catatan kapan terakhir kali Anda log-in dan IP Address yang anda gunakan. Dalam kasusnya Saykoji, pengelola koneksi bisa saja memutuskan koneksi sang user jika memang mengakses situs atau konten yang dianggap terlarang.
Demi melindungi privasi dan kebebasan berpendapat itulah kemudian ada yang disebut Web Proxy. Web proxy adalah situs penyedia layanan proxy yang akan menutupi segala aktivitas Anda. Gampangnya, web proxy menutupi alamat IP Anda dengan alamat mereka. Anda akan dipersilahkan menjelajah jagat maya atas nama mereka. Jika ada yang melacak aktivitas Anda, maka yang terlihat hanyalah Anda sedang mengakses situs si web proxy, padahal Anda sedang ngeluyur entah ke mana. Pemilik situs yang Anda datangi juga akan mengira Anda pengunjung dari tempat lain. Meskipun Anda berada di Ciputat misalnya, bisa saja akan terlihat seperti user yang datang dari Amerika. (Waduh!)
Kerahasiaan yang ditawarkan web proxy, di lain sisi, juga bisa dimanfaatkan para kriminal untuk melakukan aktivitas ilegalnya via internet. Penipu, gembong pornografi, atau buronan internasional bisa saja menyalahgunakan web proxy ini. Untuk mengantisipasinya, penyedia layanan proxy biasanya akan memberikan pengecualian. Pada kasus pelanggaran hukum, penyedia akan membuka data kepada pihak berwajib. Maka, sebagaimana produk teknologi lainnya, web proxy ibarat pedang bermata dua. Tergantung penggunanya akan digunakan untuk apa.
© 2009, mujahidgrafis@gmail.com (Silahkan menyebarkan artikel ini dengan mencantumkan link ke sumbernya. Shohwah Blog tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan artikel ini.)
Lampiran: Beberapa web proxy yang ada di Internet


